Pendidikan Islam pernah mencapai masa kejayaan dengan kontribusi besar dalam berbagai bidang ilmu. Namun, seiring waktu, pendidikan Islam mengalami kemunduran yang ditandai dengan melemahnya tradisi intelektual dan berkurangnya inovasi.
Pada masa ini, pembelajaran cenderung didominasi oleh budaya taqlid, yaitu mengikuti pendapat tanpa kajian kritis. Selain itu, kurikulum lebih berfokus pada ilmu keagamaan dan kurang mengintegrasikan ilmu umum, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan dalam pengembangan pengetahuan.
Kemunduran ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti stagnasi intelektual dan lemahnya manajemen pendidikan, serta faktor eksternal seperti penjajahan, konflik politik, dan kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Meski demikian, para tokoh Islam seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dan Jalaluddin al-Suyuthi telah memberikan pemikiran penting untuk menghidupkan kembali pendidikan Islam melalui penguatan ijtihad, pembinaan akhlak, dan pengembangan tradisi keilmuan.
Upaya pembaruan pendidikan Islam perlu terus dilakukan melalui integrasi ilmu, inovasi pembelajaran, serta penguatan lembaga pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman.