MTS KHOZINATUL 'ULUM BLORA

mtskhozin.sch.id

MTS KHOZINATUL 'ULUM BLORA

Beranda Profil Sambutan Kepala Madrasah Visi & Misi Prestasi & Penghargaan Sejarah Pengasuh Program Unggulan Unit Kerja Kurikulum Kesiswaan Sarana dan Prasarana Humas Bimbingan dan Konseling Berita PPDB Album Sambang Online Siakad Kontak

Satu Abad NU (1926–2026): Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia

31 Jan 2026 admin

Satu Abad NU (1926–2026): Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia

31 January 2026 admin
Satu Abad NU (1926–2026): Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia
Pendahuluan: Satu Abad NU (1926–2026): Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia

Genap 100 Tahun Masehi

Januari 2026 menjadi bulan yang sangat bersejarah. Jika kita menengok ke belakang, tepat pada 31 Januari 1926, sebuah jam’iyah besar lahir di Surabaya untuk menjawab tantangan zaman. Kini, pada 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 100 tahun dalam hitungan kalender Masehi.

Dalam momentum istimewa ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengangkat tema besar yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”

Sebagai santri yang sedang menimba ilmu di MTs Khozinatul Ulum Blora, tema ini terasa sebagai panggilan tugas (call to action) bagi kita semua. Bahwa santri tidak hanya bertugas menjaga kitab kuning, tetapi juga menjaga kemerdekaan dan martabat bangsa.

Makna “Mengawal Indonesia Merdeka” Sejarah mencatat, NU dan kemerdekaan Indonesia adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Sejak fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, santri telah mewakafkan dirinya untuk republik ini.

Tema “Mengawal Indonesia Merdeka” pada Harlah tahun 2026 ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajah asing. Kemerdekaan hari ini adalah kebebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan. Di tengah arus informasi yang serba cepat dan potensi polarisasi, santri NU harus hadir sebagai “pagar baja” yang menjaga keutuhan NKRI.

Menuju Peradaban Mulia
Bagian kedua dari tema ini, “Menuju Peradaban Mulia”, adalah visi masa depan. Setelah satu abad berkiprah, NU kini melangkah ke abad keduanya dengan cita-cita global.

Peradaban mulia bukan hanya tentang gedung pencakar langit atau teknologi canggih, tetapi tentang akhlakul karimah. Kita ingin membangun peradaban di mana teknologi maju seiring dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. Santri masa depan adalah mereka yang tangan kanannya memegang teknologi, tangan kirinya memegang tasbih, dan hatinya tertanam cinta tanah air.

Puncak peringatan Harlah 1 Abad NU Masehi ini dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Jutaan Nahdliyin, ulama, dan umara berkumpul untuk Istighosah Kubro dan Rapat Akbar, mengetuk pintu langit demi keselamatan bangsa.

Meskipun raga kami para santri berada di MTs Khozinatul Ulum Blora, namun hati dan doa kami tersambung ke GBK. Dari bilik-bilik pesantren, kami turut melangitkan doa agar jam’iyah tercinta ini senantiasa diberkahi Allah Swt. untuk terus membimbing umat.

Penutup: Khidmat Santri di Abad Kedua

Harlah ke-100 tahun Masehi ini adalah titik start baru. Mari kita jadikan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia” bukan sekadar slogan di spanduk, tetapi ruh dalam setiap langkah kita.

Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama (1926–2026).

Siapa kita? NU! NKRI? Harga Mati! Pancasila? Jaya!

Hubungi Kami

+62818-0907-5460
mts.khozin@gmail.com
Jl. Mr. Iskandar XII/02 Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora Kabupaten Blora